PROFIL KADER DAKWAH

1 11 2009

Kapasitas internal

  1. Kokoh dan mandiri

Layaknya khubaib bin adi waktu akan di salib, dia ditawari untuk digantikan rosul namun tetap tegar dan tak akan surut keimanannya

  • KOKOH DALAM MAKNAWIYAH.

Manakala iman itu turun maka jangan sampai kita hanyut dalam turunnya iman itu. Kekokohan maknawiyah sangatlah diperlukan bagi kader dakwah karena itulah kunci dari setiap kemenangan. Ingatlah ketika Muhammad al faith akan memimpin perang beliau mempersiapkan maknawaiyah prajuritnya dengan sangat matang. Imam syafi’I “barang siapa pada waktu muda tidak berdakwah maka takbirkan dia empat kali karena dia telah wafat.”

  • KOKOH FIKRIYAH
  1. Menguasai mawad tarbiyah(materi tarbiyah)
  2. Mampu memahami tafsir
  3. Mampu hadis
  4. Bahasa arab dan inggris
  5. Memilikki wawsan globa
  • KOKOH DAIYAH
  1. Berpartisipasi dalam rekrutmen
  2. Aktif dakwah fardiyah
  3. Menjaga nilai-nilai da’wiyah dalam keluarga
  4. Memiliki skill rekayasa social dakwah
  • KOKOH JASADIYAH

Rosulullah dalam 23 tahun melakukan peperangan kurang lebih sebanyak 60 kali. Bisa dikatakan beliau berperang 4 bulan sekali. Ini cukup membuktikan bahwa Rasulluah memiliki jasad yang kuat. Oleh karena itu kader dakwah harus memenuhi hal-hal berikut ini.

  1. Menjaga penampilan
  2. Berolahraga miniml 20 menit
  3. General check up 1 tahun sekali
  4. Menjaga kebersihan
  • Kemandirian keuangan
  1. Bekerja dan berpenghasilan
  2. Mendirikan badan usaha
  3. Melakukan investasi
  4. Menabung




ARTI KESUKSESAN DAKWAH

22 06 2009

Ikhwati fillah, ucap syukur kepada rabbul alamin allh subhanahu wataala atas karunia yang diberikan kita bisa berbagi ilmu kembali. Kali ini kita akan membahas tentang kesuksesan dakwah. Sesuatu yang nenjadi tujuan aktivis dakwah, yang menjadi cita-cita para dai. Agar kita bisa meraih yang dinamakan kesuksesan dakwah maka sudah barang tentu kita harus tahu apa itu kesuksesan dakwah.
Suatu lembaga dakwah kampus mengatakan bahwa jika mereka mampu merekrut 650 kader baru dalam satu periode mereka akan mendapatkan gelar sukses dalam dakwah. Ketika mereka bisa merekrut sesuai target mereka bisa berbangga atas kerja kerasanya. Namun apakah itu yang dinamakan kesuksesan dakwah sebenarnya?. Suatu pertanyaan besar bagi para aktivis dakwah, para dai,mauoun lembaga dakwah. Apakah kesuksesan dakwah itu diukur dari banyaknya pengikutny?apakah jika semakin banyak pengikutnya dakwah juga semakin sukses?
Jika kesuksesan dakwah diukur dari kuantitas pengikutnya, pertanyaan selanjutnya apakah nabi nuh, nabi musa, atau nabi-nabi lainnya dianggap gagal karena hanya merekrut beberapa orang saja? Apakah nabi Muhammad gagal berdakwah di mekah karena hanya mendapatkan beberapa orang saja selama 13 tahun? Jika nabi nuh gagal dalam dakwahnya mengapa beliau dimasukkan ke dalam rosul ulul azmi? Suatu predikat atau gelar yang tidak dianugerahkan kepada semua nabi. Hanya nabi yang istimewa saja yang mendapatkan gelar ini. Lantas yang dinamakan kesuksesan dakwah itu seperti apa?
Pertanyaan-pertanyaan diatas patut dipertanyakan oleh para dai, agar mereka tahu esensi dakwah itu. Jika mereka tidak tahu tentang kesuksesann dakwah bagaimana mungkin mereka mampu meraihnya. Sesungguhnya kesuksesan dakwah itu bukan dilihat dari banyaknyab pengikut agama ini, atau banyaknya kader yang bisa kita rekrut dalam suatu lembaga dakwah. Bukan juga dari perubahan yang terjadi. Namun kesuksesan dakwah dilihat dari maanah para dainya. Manaah adalah daya tahan, keteguhan seorang dai dari berbagai goncangan, tribulasi, dan segala cobaan yang dialaminya dalam dakwah. Ketika dia dapat bertahan dalam dakwah ini sementara ujian senantiasa dihadapinya, maka itulah kesuksesan dakwah. Ketika musuh-musuh dakwah senantiasa berusaha merusak jalan dakwah ini dia tetap istiqomah dan melawan musuh-musuh dakwah itu maka itulah kesuksesan dakwah. Ketika dakwah sudah menyatu dalam setiap pori kulitnya, ketika dakwah telah mengalir dalam darahnya ketika itu pula keteguhan akan muncul. jika dakwah sudah menginternal dalam diri kita, jika dakwah sudah menjadi jalan hidup kita maka bersiaplah menjadi barisan para nabi. Barisan para dai, barisan para penyeru yang senantiasa menyeru kebenaran. Orang- orang yang resah akan banyaknya kemaksiatan yang muncul di muka bumi.
Ikhwati fillah manaahlah yang membuat nabi nuh mendapat predikat ulul azmi. Dalam 950 tahun beliau berdakwah, beliau hanya mendapat beberapa pengikut saja. 950 tahun tentunya bukan waktu yang sebentar. Waktu yang sangat lama. Selama itu pula beliau teguh dalam dakwah. Semangat yang luar biasa yang dimiliki nabi nuh membuat beliau bisa tetap teguh dalam jalan dakwah. Kesabarannya membuat beliau menjadi orang yang mulia. Cobaan demi cobaan beliau hadapi, hujatan dan cacian sudah menjadi makanan sehari-hari, tapi beliau tetap bertahan. Keistiqomahannyalah yang patut kita teladani. Tidak mudah menyerah dalam dakwah itulah yang patut kita contoh. Kesabarannyalah patut menjadi inspirasi para aktivis dakwah.
Ikhwati fillah jangan pernah engkau melepaskan dakwah dalam hidupmu. Jangan pernah engkau meninggalkan jalan ini, karena jalan inilah jalan menuju kesempurnaan. Jalan inilah yang akan menuntun kita ke dalam jannaNya. Jalan inilah yang menuntun kita untuk bisa berjumpa dengan kekasih Allah SWT yaitu Rosulullah. Jalan inilah yang akan mengantarkan kita utnuk bisa berjumpa dengan Allah SWT.
“jika dakwah ibarat rumah maka engkau adalah batu bata yang akan mengokohkannya hingga rumah itu menjadi tempat bernaung orang di seluruh senesta raya ini,hingga rumah itu akan roboh di hari kiamat nanti”
TERUSLAH BERKOTRIBUSI WAHAI SAUDARAKU ALLAH BERSAMA KITA